ENGLISH BAHASA INDONESIA

Berita Terkait

  • Ditulis : Senin, 02 Desember 2013 Oleh : JOGJA Invest
    Kota Yogyakarta pada Bulan November 2013 mengalami inflasi sebesar 0,20 persen. Inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan harga-harga yang menyebabkan berubahnya angka indeks harga konsumen. ....
  • Ditulis : Sabtu, 16 November 2013 Oleh : JOGJA Invest
    Untuk mengantisipasi kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 7,5 persen, pemerintah menggulirkan wacana untuk perpanjangan pemberian insentif pajak penghasilan (PPh) 25 untuk industri padat karya. Karena seperti dikatakan oleh Men ....
  • Ditulis : Kamis, 07 November 2013 Oleh : JOGJA Invest
    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid II yang rencananya akan keluar akhir bulan November atau awal Desember 2013. Paket kebijakan yang berisi fiskal insentif untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran ini nantinya diharapka ....
  • Ditulis : Selasa, 08 Oktober 2013 Oleh : JOGJA Invest
    Tujuh poin di ....
  • Ditulis : Selasa, 01 Oktober 2013 Oleh : JOGJA Invest
    Memasuki bulan Oktober 2013, Badan Pusat Statistik Provinsi DIY merilis Berita Resmi Statistik untuk Bulan September 2013. Secara umum pasca lebaran, perkembangan perekonomian DIY sudah kembali normal. Harga kebutuhan pokok yang tadinya melambung ke atas, kini kembali ....

Retribusi objek wisata Gunung Kidul lebihi target

Kategori : Ekonomi Ditulis : Kamis, 20 Desember 2012 Oleh : http://jogja.antaranews.com Dibaca Sebanyak : 5203 kali

Jogja (ANTARA Jogja) - Realisasi retribusi objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai Rp3,3 miliar pada 2012,  melebih target Rp3,2 miliar.

"Realisasi pendapatan retribusi ini capaian hingga akhir November, sedangkan Desember ini belum masuk dalam perhitungan," kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunung Kidul, Wijang Eka Aswarna, Kamis.

Disbudpar Gunung Kidul, selama libur Natal dan Tahun baru mentargetkan capaian retribusi objek wisata mencapai Rp100 juta. Pihaknya optimistis, target tersebut akan teralisasi mengingat, libur Natal dan Tahun Baru 2013 bersamaan dengan libur sekolah.

"Berdasarkan petugas penarik retribusi di lapangan, keramaian pengunnjung ke objek wisata pantai di Gunung Kidul sudah mulai terlihat sejak minggu kemarin. Selain itu, hari-hari biasa, pengunjung juga mulai memadati pantai-pantai yang menjadi primadona seperti Baron dan Pulang Syawal atau Kafe Indrayanti," kata Wijang.

Untuk 2013, Disbudpar Gunung Kidul menargetkan pendapatan sebesar Rp3,9 miliar. Target capaian tersebut sangat realistis dan optimistis dapat tercapai, mengingat pengunjung objek wisata pantai dari hari ke hari selalu mengalami peningkatan sangat signifikan. 

"Kami yakin, target tersebut dapat tercapai. Bahkan berdasarkan perhitungan kami, pencapaianya akan melebihi target. Karena, kami akan mengembangkan berbagai fasilitas di objek wisata, khususnya pantai untuk menarik pengunjung," katanya.

Rencananya Disbudpar Gunung Kidul akan mengembangkan Pantai Slini menjadi satu kawasan dengan Pantai Krakal dan Ngrenehan. Tiga pantai ini, akan dilakukan revitalisasi dalam rangka memecah perhatian pengunjung Pantai Baron dan Pulang Syawal atau kafe Indrayanti. Tiga pantai ini memiliki keindahan biota laut yang indah dan pasir putih yang sangat bersih.

"Kawasan tiga pantai ini memang belum dikelola secara maksimal, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah kabupaten Gunung Kidul. Tetapi kami secara bertahap terus memperbaiki dan mengembangkan wisata pantai," katanya.

Rencananya di kawasan pantai ini, Disbudpar akan membangun berbagai fasilitas seperti SAR, lokasi parkir yang luas, area olahraga, kamar mandi yang memadai dan wisata kuliner. 

Dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur ini diharapkan jumlah pengunjung akan mengalami peningkatan, katanya.

(KR-STR) Editor: Nusarina Yuliastuti


 < Prev  1 2 3 4  Next >   Last >>