BAHASA INDONESIA ENGLISH

Berita Terkait

  • Ditulis : Jumat, 07 Oktober 2016 Oleh : Jogja Invest
    Perekonomian DIY Triwulan IV 2016 diprediksi tumbuh dikisaran 5,4 persen hingga 5,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya karena dipengaruhi peningkatan konsumsi rumah tangga, tingginya investasi, peningkatan ekspor, penyelenggaraan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition ....
  • Ditulis : Kamis, 29 September 2016 Oleh : Jogja Invest
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia memiliki potensi mengembangkan ekonomi digital. Jokowi yakin Indonesia mampu menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. “Saya melihat kita punya potensi besar untuk mengembangkan ekonomi digital dan memiliki potensi p ....
  • Ditulis : Jumat, 09 September 2016 Oleh : Jogja Invest
    JAKARTA (KRjogja.com) - Selain mensinergikan pembentukan bank prinsipal antara Bank-Bank Himbara dengan Telkom Indonesia, sinergi BUMN berlanjut antara perbankan BUNM dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Perusahaan listrik negara ini memperoleh komitmen pinjaman ....
  • Ditulis : Kamis, 08 September 2016 Oleh : Jogja Invest
    Pejabat New Caledonia Sambut Sultan HB X Kunjungan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X ke New Caledonia, meski hanya kurang dari satu hari pada akhir pekan berlangsung cukup efektif. Setelah merayakan 120 tahun kedatangan orang Jawa bersama masyarakat dan diaspora I ....
  • Ditulis : Kamis, 08 September 2016 Oleh : Jogja Invest
    SLEMAN (KRjogja.com) - Program amnesti pajak yang kini telah digulirkan hanya memberikan dua pilihan diikuti atau diabaikan. Wajib Pajak (WP) ataupun masyarakat hanya diminta dengan sukarela berpartisipasi dalam amnesti pajak tersebut demi meningkatkan rasio maupun sistem perpajakan tanpa harus m ....

Retribusi objek wisata Gunung Kidul lebihi target

Kategori : Ekonomi Ditulis : Kamis, 20 Desember 2012 Oleh : http://jogja.antaranews.com Dibaca Sebanyak : 12827 kali

Jogja (ANTARA Jogja) - Realisasi retribusi objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai Rp3,3 miliar pada 2012,  melebih target Rp3,2 miliar.

"Realisasi pendapatan retribusi ini capaian hingga akhir November, sedangkan Desember ini belum masuk dalam perhitungan," kata Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunung Kidul, Wijang Eka Aswarna, Kamis.

Disbudpar Gunung Kidul, selama libur Natal dan Tahun baru mentargetkan capaian retribusi objek wisata mencapai Rp100 juta. Pihaknya optimistis, target tersebut akan teralisasi mengingat, libur Natal dan Tahun Baru 2013 bersamaan dengan libur sekolah.

"Berdasarkan petugas penarik retribusi di lapangan, keramaian pengunnjung ke objek wisata pantai di Gunung Kidul sudah mulai terlihat sejak minggu kemarin. Selain itu, hari-hari biasa, pengunjung juga mulai memadati pantai-pantai yang menjadi primadona seperti Baron dan Pulang Syawal atau Kafe Indrayanti," kata Wijang.

Untuk 2013, Disbudpar Gunung Kidul menargetkan pendapatan sebesar Rp3,9 miliar. Target capaian tersebut sangat realistis dan optimistis dapat tercapai, mengingat pengunjung objek wisata pantai dari hari ke hari selalu mengalami peningkatan sangat signifikan. 

"Kami yakin, target tersebut dapat tercapai. Bahkan berdasarkan perhitungan kami, pencapaianya akan melebihi target. Karena, kami akan mengembangkan berbagai fasilitas di objek wisata, khususnya pantai untuk menarik pengunjung," katanya.

Rencananya Disbudpar Gunung Kidul akan mengembangkan Pantai Slini menjadi satu kawasan dengan Pantai Krakal dan Ngrenehan. Tiga pantai ini, akan dilakukan revitalisasi dalam rangka memecah perhatian pengunjung Pantai Baron dan Pulang Syawal atau kafe Indrayanti. Tiga pantai ini memiliki keindahan biota laut yang indah dan pasir putih yang sangat bersih.

"Kawasan tiga pantai ini memang belum dikelola secara maksimal, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah kabupaten Gunung Kidul. Tetapi kami secara bertahap terus memperbaiki dan mengembangkan wisata pantai," katanya.

Rencananya di kawasan pantai ini, Disbudpar akan membangun berbagai fasilitas seperti SAR, lokasi parkir yang luas, area olahraga, kamar mandi yang memadai dan wisata kuliner. 

Dengan perbaikan dan pembangunan infrastruktur ini diharapkan jumlah pengunjung akan mengalami peningkatan, katanya.

(KR-STR) Editor: Nusarina Yuliastuti


 < Prev  1 2 3 4  Next >   Last >>